Oleh: Sayed Junaidi Rizaldi
JAKARTA || Bedanews.com – Ditengah berbagai kritik terhadap PT. PLN (Persero), penting bagi publik untuk melihat persoalan secara jernih dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa seluruh masalah perusahaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab seorang Darmawan Prasodjo. Kritik tetap diperlukan dalam negara demokrasi, namun penilaian terhadap sebuah kepemimpinan juga harus mempertimbangkan fakta, konteks dan kompleksitas yang ada.
PLN bukan sekadar perusahaan biasa. Perusahaan ini memikul tugas besar menyediakan listrik bagi ratusan juta masyarakat Indonesia, termasuk wilayah pelosok yang secara bisnis sering kali tidak menguntungkan. Konsekuensinya, kebutuhan investasi menjadi sangat besar. Pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, gardu listrik, hingga program pemerataan elektrifikasi membutuhkan pendanaan jangka panjang yang nilainya tidak sedikit. Karena itu, besarnya utang PLN tidak dapat dipahami secara sederhana seolah-olah muncul akibat satu kebijakan atau satu periode kepemimpinan saja.













