Kemudian di kompetensi keahlian rekayasa perangkat lunak, para siswa telah memproduksi ratusan produk keseharian berbasis aplikasi, seperti membuat mug, logo, kain, dan kaus. Sedangkan di kompetensi keahlian teknik instalasi tenaga listrik, para siswa menciptakan inovasi produk berupa lampu LED yang ramah lingkungan, bernama “Nesas LED Lamp”.
“Lampu buatan siswa ini bisa menghemat energi sampai 90% dan dijual dengan harga yang bersaing di pasaran,” ujarnya.
Untuk kompetensi keahlian teknik audio dan video, para siswa telah memproduksi speaker aktif. “Seluruh pembuatan produk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jadi, meski di masa seperti ini, kreativitas anak-anak tidak menurun,” ungkapnya.
Ke depan, Elis berusaha memaksimalkan teaching factory di semua kompetensi keahlian. Untuk menciptakan siswa yang berkembang di bidang wirausaha, ia dan seluruh guru mengajarkan ilmu kewirausahaan dari tahap dasar, mulai dari konsep, produksi, pemasaran hingga penjualan.













