Dari 10 kompetensi keahlian di sekolah, lima di antaranya telah telah mengembangkan kewirausahaan. Yakni, teknik pengelasan, teknik audio video, teknik instalasi tenaga listrik, seni karawitan, dan rekayasa perangkat lunak.
Di teknik pengelasan, para siswa telah menerima banyak pesanan pembuatan alat penunjang aktivitas di rumah, seperti pembuatan rak, pagar hingga pot hidroponik. “Mereka juga telah masuk kelas industri Komatsu khusus pengelasan,” ungkapnya.
Sedangkan di seni karawitan, kompetensi keahlian tersebut telah menciptakan album berupa kumpulan pupuh yang telah dipasarkan di satuan pendidikan guna menunjang pembelajaran muatan lokal bahasa Sunda.
“Mulai dari SD, SMP, SMA, dan SMK, pasarnya untuk sekolah karena mengisi pembelajaran muatan lokal. Pupuh tersebut diperuntukkan bagi anak-anak untuk belajar,” tuturnya.













