Kekhasan tidak saja terletak pada aspek lokalitas tafsir di Jawa Barat berupa nuansa Bahasa dan sastra Sunda di dalamnya. Tetapi terdapat beragam respon Moh.E.Hasin atas situasi social, politik dan keagamaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya.Distingsi lokallitas tafsirnya, misalnya, terletak pada tatakrama, ungkapan tradisional dan gambaran alam Sunda.
2, Penafsiran Moh.E.Hasim terhadap non-Muslim dalam tafsir ayat suci lenyeupaneun, dalam kajian ini difokuskan pada lima tema, yaitu konsp Ahli Kitab, pernikahan beda agama, agama yang paling diridhai, menyembah sembahan agama non-Muslim dan keselamatan bagi agama-agama non-Muslim.

Pertama, Moh.E.Hasim menfsirkan bahwa ahli kitab yang dimaksudkan dalam alquran hanya berlaku untuk kaum Yahudi dan Nasrani saja. Ia tidak memasukan kaum Majusi dan Shabiun kedalam kaum Ahli Kitab.karena hanya diantara mereka ada yang memiliki kesamaan nabi dan ajaran dengan ajaran nabi Muhammad SAW.dan mereka beriman selanjutnya masuk Islam. Ini semua menjelaskan bahwa tidak semua ahli kitab itu kufur dan musyrik, tetapi ada pula yang bersih hatinya menjalankan kitrab sucinya kemudian mereka akhirnya masuk Islam.













