Dalam kesimpulannya Siti Chodijah menjelaskan :
1,Karakteristik kitab tafsir ayat suci lenyepaneun menggunakan metode tahlili (analitis),
Hal ini terlihat dari penafsiran Moh.E.Hasim yang cukup detail dari surat Al-Fatihah sampai an-nas secara berurutan mengikuti urutan tartib ( urutan ) mushaf. Sedangkan dari aspek pendekatan tafsir ayat suci leunyeupaneun cenderung pada penalaran.Ia menafsirkan ayat umumnya yang didominasi penalaran dirinya.Meski tetap menggunakan penjelasan ayat lain atau hadis.Makanya,metodelogi penafsiran tidak menggunakan riwayat hadis, pendapat sahabat,tabiin dan uama tafsir. Kalau dilihat dari corak tafsirnya, terlihat uraian tafsirnya sangat didominasi isu -isu social kemasyarakatan.Selain itu, tafsir ayat suci lenyeupaneun juga merupakan karya tafsir yang menunjukan sejumlah distingsi karakteristik di bandingkan tafsir Sunda lain.













