Bandung, BEDAnews
Pihak Ma’soem Group mengecam keras tindakan oknum LSM dan MUI yang bersikeras ingin membubarkan kegiatan ibadah jumat di Masjid Jamie Al Masoem di Jl Cikalang Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Karena, selain tidak patut dilakukan LSM dan MUI yang notabene umat muslim, juga membuat jamaah merasa terancam dalam aktivitas beribadah.
“Saat kami jumatan di masjid kami, ada sekelompok warga siap membubarkan aktivitas kami. Namun mereka tidak berani masuk masjid kami, apalagi menyerang, karena jamaah kami lebih banyak,” kata Zamroni, kepala Legal Officer Ma’soem Group, didampingi ketua LSM Mampu (Masyarakat Al Ma’soem Peduli Umat) Asep Sujana, di Cikalang Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung.
Ditanya motif apa hingga mereka berani membubarkan salat jumat? Zamroni mengaku tidak memahami penyebabnya. “Saya tidak tahu alasan yang sebenarnya, karena tidak ada yang salah dengan kami, baik secara ajaran syariah maupun perizinan bangun masjid. Apakah tindakan itu bisa dibenarkan oleh agama? Apalagi sesama muslim, tidak patut mengganggu ibadah orang muslim lainnya,” kata Zamroni, balik tanya.
Sebelumnya pihak Al Ma’soem menerima surat dari pihak LSM yang diketahui MUI setempat. Isi surat meminta aktivitas jumatan dihentikan/dibubarkan. Alasannya kegiatan jumat di Masjid Al Masoem sudah meresahkan masyarakat. Namun surat permintaan ini tidak digubris, karena motifnya tidak logis.
“Kami terus melaksanakan jumatan, hingga kami didatangi segerobolan orang yang akan berusaha mengintimidasi dan membubarkan aktivitas jumat. Namun mereka tidak berani menyerang kami, karena jamaah Masjid Al Masoem lebih banyak,” kata Zamroni diamini Humas Ma’soem Group Asep Dedi.
Boleh jadi, lanjut Zamroni, kejadian ini sebagai rangkaian gangguan dari sekelompok yang tidak senang pada Al Masoem. Mereka selamanya merasa tidak puas. Dari mulai demo penolakan gudang transit SPBE di Cikalangan, lalu melakukan penyerangan dan intimidasi terhadap operator SPBU. “Sebelumnya juga melakukan fitnah dan teror melalui selebaran gelap yang beredar di kalangan masyarakat Rancaekek dan Cileunyi Kabupaten Bandung. Isinya menjelek-jelekkan Al Masoem. Hingga pada pekan kemarin mau membubarkan ibadah jumat,” jelasnya.
Para pengelola Al Ma’some tidak melakukan pembalasan. “Orang bisa melakukan apa saja, apalagi merasa terganggu atau dasarnya kebencian. Kami mengambil sikap diam, karena yang namanya teror tidak akan berani terus terang. Malah kami tambah semangat untuk meningkatkan kualitas dan terus maju menebarkan kebaikan. Dan saya yakin masyarakat akan menilai objektif,” timpal Ketua LSM Mampu, Asep Sujana.
Menurut Asep, teror, penyerangan maupun ancaman pembubaran salat jumat itu tidak berarti apa-apa dalam sebuah perjuangan. Apalagi di tengah kesibukan pimpinan Ma’soem Group H Nanang Iskandar Ma’soem dalam kapasitasnya sebagai penggiat antikorupsi. “Beliau sedang concern melakukan pencerahan dan menyebarkan pesan-pesan moral tentang tindakan negatif korupsi,” ungkap Asep.
Sejumlah perguruan tinggi, instansi pemerintah, lembaga kepolisian, ormas, dan komunitas terntentu mendukung pemutaran film “Kita versus Korupsi” yang diproduksi KPK dan Transparancy International Indonesia ini. “Jadi Pak H Nanang dan Pak Teten Masduki dari ICW melakukan roadshow, dakwah antikorupsi melalui pemutaran film,” kata Asep.
“Sebagai wujud Corporate Social Responbility (CSR) Pak Haji membuat beberapa organisasi sosial untuk kepentingan umat, antara lain Musaadatul Ummat sebagai lembaga zakat, shadaqah, dan infak untuk menyantuni umat yang kesulitan biaya kesehatan, sandang, pangan, pendidikan dan perumahan. Lalu Rumah Solusi yang membina dan mengasramakan anak usia sekolah secara cuma-cuma baik untuk biaya hidup dan pendidikannya. Ada juga LSM Mampu yang berkiprah untuk meluruskan kemungkaran yang merugikan umat,” jelas Asep.
“Jadi sangat disayangkan kalau salah satu tempat usaha Al Ma’soem ada yang menganggu segelintir orang dengan alasan yang tidak jelas. Mereka sepertinya tidak peduli pada nasib umat,” ujar Asep, yang merasa prihatin dengan tindakan penyerangan dan teror kepada para pegawai SPBU Al Masoem Cikalang, Cileunyi, beberapa hari lalu. Bahkan sebelumnya terjadi gangguan dan upaya upaya-upaya mengagalkan berdirinya SPBE, salah satu unit usaha Ma’soem Group di wilayah tersebut. (Hargribs)











