*Mengapa Penyusunan Kabinet Sangat Kritis?*
Sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari janji-janji kampanye, tetapi dari tindakan nyata setelah memegang tampuk kekuasaan. Komposisi kabinet menjadi pondasi bagi jalannya pemerintahan. Jika kabinet diawali dengan pilihan figur bermasalah terkait korupsi, oligarki ekonomi, dan penambangan ilegal maka harapan akan perubahan bisa kandas di awal. Tumpukan warisan krisis dari pemerintahan sebelumnya, seperti melemahnya ekonomi, tingginya ketimpangan sosial, dan kerusakan lingkungan, akan makin sulit diatasi.
Masih ada waktu bagi Prabowo untuk mengambil langkah bijak. Langkah konkret seperti pemeriksaan rekam jejak calon menteri melalui screening KPK dan membuka posko pengaduan masyarakat bisa menjadi sinyal positif. Publik tentu menginginkan komitmen nyata agar kabinet baru bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Jika ini dilakukan, kepercayaan masyarakat dan investor akan meningkat, serta pemerintahan Prabowo-Gibran bisa mulai dengan landasan kokoh.













