• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Semoga Momentum Ramadhan Kali ini, Mewujudkan Gerakan Kolektif Publik yang Tidak Omon-Omon

Semoga Momentum Ramadhan Kali ini, Mewujudkan Gerakan Kolektif Publik yang Tidak Omon-Omon

angel angel by angel angel
17 Maret 2025
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Untuk itu, satire ‘omon-omon’ dari Prabowo adalah pukulan telak selain support (cambuk) bagi publik umumnya, Prabowo tahu dari sisi politik kekuatan rakyat amat sangat kuat dan menentukan, sesuai pepatah, “vox populi vox dei” namun kenapa tak digunakan secara serius pada saat Jokowi berkuasa sehingga Jokowi sampai-sampai kepingin 3 periode (inkonstitusional), *ada pun batalnya 3 periode bukan karena perlawanan rakyat,* namun karena faktor individual dari penolakan dari sosok Megawati.

Dan Prabowo selaku Presiden sudah merasakan kebenaran filosofi Yunani dimaksud pada tahun 1998 (jatuhnya kekuasaan Orde Baru). Sehingga tak mungkin seorang Jendral Prabowo mau terperosok untuk kedua kali kedalam lubang yang sama.

Maka, untuk menghentikan Jokowi dan Gibran effect dalam kerusakan moral- mentalitas yang berkelanjutan termasuk mengantisipasi kerugian lebih besar negara kepada seluruh umat bangsa ini. Maka segera jangan lagi ‘omon-omon’ bantu tekan Prabowo agar memerintahkan kepada para abdi hukumnya ‘proses adili Jokowi dan copot Gibran’ dan disini Prabowo sekaligus mendapatkan bahan uji coba kepatuhan para pejabat khususnya yang Ia amanahkan di sektor law enforcement atau pejabat bidang penindakan hukum (law behavior) yakni Kapolri, Ketua KPK dan Jagung RI, maka andai mereka lalaikan fungsi jabatannya atau sengaja berlama-lama, obstruksi atau pembiaran (disobedient) yang justru berkesan loyal terhadap kelompok individual yakni Jokowi dan keluarga serta kroninya, dibanding berpihak kepada hukum serta demi persatuan bangsa ini maka bakal menjustifikasi Presiden menggunakan hak prerogatif, menggantikan para pejabat dimaksud kepada individu lain yang lebih profesional dan proporsional serta objektif.

BeritaTerkait

Konferensi Ke-X PWI Kabupaten Kapuas Resmi Digelar

12 Mei 2026

Tingkatkan Kapasitas, Bawaslu Demak Selenggarakan Bimtek Penanganan Pelanggaran

12 Mei 2026
Page 3 of 4
Prev1234Next
Previous Post

THR ASN 2025 Capai Rp49,9 Triliun, Cair Mulai Besok 17 Maret

Next Post

Peduli Sesama, Angkatan 603 Kejaksaan RI Bagikan Makanan Bergizi

Related Posts

Ragam

Konferensi Ke-X PWI Kabupaten Kapuas Resmi Digelar

12 Mei 2026
Ragam

Tingkatkan Kapasitas, Bawaslu Demak Selenggarakan Bimtek Penanganan Pelanggaran

12 Mei 2026
Ragam

Kemendagri Dorong Penguatan Transformasi Digital dan Keamanan Siber di Provinsi Banten

12 Mei 2026
Ragam

Selamat Ber-Munas, Konbes & Muktamar NU ke-35, PGSI Demak Berharap Terpilih Ketum PBNU yang Pluralis

12 Mei 2026
Ragam

Pelindo Terminal Petikemas – TPK Semarang dan BNNP Jawa Tengah, Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba serta Tes Urine Mendadak bagi Pegawai

12 Mei 2026
Ragam

TERNYATA KI SUNDA KINI JADI TUAN ASING DI RUMAHNYA SENDIRI

12 Mei 2026
Next Post

Peduli Sesama, Angkatan 603 Kejaksaan RI Bagikan Makanan Bergizi

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021