Impilkasi selebihnya nyata-nyata menghasilkan overlap tatanan hukum positif (norma yang berlaku), berikut gejala-gejala degradasi moralitas kepemimpinan disemua lini kekuasaan penyelenggara negara (eksekutif, legislatif dan yudikatif).
Degradasi atau kemerosotan nilai-nilai politik, ekonomi dan hukum serta adab dan budaya implikasinya tak terhindarkan serta diyakini publik bakal terus menjadi faktor penyebab resiko kerugian besar pada sektor kepemimpinan Prabowo, terlebih Gibran yang tidak berkualitas akan terus di-endors oleh Jokowi setelah berhasil menjadi RI 2.
Selanjutanya, Jokowi dan Gibran bakal tetap mengotori era Prabowo (Kabinet Merah Putih/KMP) melalui beberapa titipan Menteri yang diantaranya adalah tokoh partai, yang tiada lain hanya “untuk memproduksi uang tidak halal” demi preparing cawe-cawe untuk prospek Gibran yang bakal ‘dipaksakan’ duduki Kursi RI 1, diantara menteri dimaksud adalah Budi Arie dan tentu saja sosok Bahlil, karena sinyal politik dari kedua tokoh ‘residu produk Jokowi ini’ ditandai dengan hobi menyanjung Jokowi secara berlebihan namun bertolakbelakang (beda realitas).













