Seminar ini juga menghadirkan konstelasi intelektual dan birokrasi, dari Prof. Dr. rer. soc. R. Agus Sartono (Ketua DPD IKAL Lemhannas DIY), Lilik Andi Aryanto, S.IP, MM (Kepala Bakesbangpol DIY), hingga akademisi kawakan seperti Prof. Dr. Djagal Wiseso (UGM) dan Prof. Dr. Sunarso (UNY). Mereka tak hanya mengurai tantangan Pancasila di era digital dari radikalisme berbasis algoritma, hingga erosinya kesadaran kolektif, tetapi juga memetakan strategi kebijakan: mulai dari penguatan pendidikan ideologi, reformulasi narasi digital yang berakar pada nilai Pancasila, hingga sinergi kampus dan Pemerintah Daerah dalam
memperkuat identitas kebangsaan.
Dipandu oleh Dr. Yayuk Hidayah sebagai MC dan Dr. Hastangka sebagai moderator yang tajam memantik dialog, suasana seminar menggeliat hidup. Diskusi ini bukan sekadar pertukaran gagasan, tetapi perwujudan nyata dari apa yang disebut oleh Bung Karno sebagai revolusi mental yakni proses kesadaran untuk kembali menautkan diri pada akar ideologis bangsa.













