Garut, BEDAnews
Pengelola Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pembina Pendidikan Teknologi (SMK-YPPT) Kabupaten Garut, terus berupaya menanamkan disiplin kepada siswa siswi peserta didiknya. Salah satunya dengan cara menggelar razia di lingkungan sekolah secara rutin.
Kerapihan rambut, pakaian seragam sekolah, dan kendaraan bermotor yang digunakan siswa menjadi salah satu sasaran razia. Menurut Staf Bimbingan Penyuluhan SMK YPPT, Rega Gunawan, razia penertiban rambut, pakaian seragam, dan sepeda motor merupakan razia besar-besaran yang dilakukan pihaknya setiap bulan pada hari Senin.
Razia lainnya juga digelar rutin setiap minggu. Razia dilaksanakan jajaran guru dengan melibatkan petugas Patroli Keamanan Sekolah bentukan kepolisian. Diakuinya, razia tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya menanamkan kedisiplinan terhadap siswa, juga untuk memupus anggapan negatif masyarakat terkait kondite SMK-YPPT. "Kami ingin memberi contoh ke sekolah lain bahwa di STM-YPPT aturannya lebih tegas lagi," katanya Rega kepada Bedanews.com, Kamis (4/4/2013).
Seperti halnya SMK-YPPT, SMK Muhammadiyah Garut pun secara berkala melakukan razia terhadap siswa siswinya. Menurut staf Bagian Tata Usaha SMK Muhammadiyah Garut, Ai Sakinah, razia dilakukan untuk membiasakan siswa berdisiplin. Pelanggaran dilakukan siswa sering kali kedapatan terutama menyangkut kerapihan pakaian seragam, khususnya siswi. Padahal secara Nasional aturannya sudah jelas.
Bagi siswi, roknya harus sepuluh centimeter di bawah lutut, dan bila berkerudung maka roknya harus sampai ke bawah lagi. Tapi seringkali anak-anak itu malah memakai roknya sepuluh centimeter di atas lutut, ujar Ai.
Sejumlah orang tua siswa menyambut baik razia dilakukan sekolah terhadap siswanya. "Mudah-mudahan saja razia ini terus dilakukan, setidaknya setiap bulan. Sama orang tua suka susah dibetulkan, siapa tahu kalau sama sekolah itu anak mau nurut," kata Usman Sujana (45), orang tua siswa SMK-YPPT Garut asal Kecamatan Garut Kota. (Yanthy)











