Garut, BEDAnews
Sejak Januari lalu sampai memasuki bulan April 2013, para guru dibawah naungan departemen agama Kabupaten Garut mengeluhkan lambatnya dana Operasional Sekolah (BOS).
Seringnya keterlambatan dana BOS, memang sebuah tantangan khusus buat para guru honorer di sekolah-sekolah madrasah, ditambah lagi sering terlambatnya dana fungsional bagi para guru, ungkap salah seorang guru honorer, Udin, yang berdomisili di Kecamatan Kadungora.
Fenomena ini tidak hanya terjadi satu atau dua kali, tetapi keterlambatan ini benar-benar beraturan. Hal terberat ialah keadaan dana talang yang tak selamanya bisa ada, kata Udin.
Menurut Kasi Mapendais Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut H. Edi Imarn saat ditemui Bedanews.com, Kamis (4/4/2013) mengatakan, keterlambatan BOS bukan hanya di kabupaten Garut saja, namun bersifat nasional dan kendalanya itu diperintah Pusat bukan dikabupaten/kota.
Memang pihak Kemenag kabupaten Garut sangat mengkhawatirkan sekolah swasta tentang lambatnya pencairan dana Bos dan itu sudah 4 bulan belum juga dapat dicairkan, dari tingkat MI/Mts dan MA, ungkap Edi Imam.
Selain Bos, dana untuk persiapan UN juga terhambat, apalagi pada bulan April 2013 setiap sekolah akan menghadapi Ujian nasional, sudah barang tentu disetiap sekolah sangat membutuhkan persiapan anggaran, ujarnya.
Yang jelas kata Edi, agar proses KBM disekolah swasta khusunya di kabupaten Garut berjalan dengan maksimal, maka diharapkan pada bulan April 2013 dana Bos secepatnya bisa dicairkan. Pasalnya, pendidikan dilingkungan swasta mulai dari tingkat MI, Mts dan MA menunggu pencairan dana BOS tersebut. (Sighar)











