Sehingga akhirnya, para kapitalis (korporasi) dengan senang hati menerima pekerja lulusan vokasi karena gaji mereka cukup murah dibandingkan dengan keuntungan yang akan mereka peroleh. Apalagi, mereka akan menerima pembebasan pajak, tentu hal ini sangat menguntungkan.
Berbeda dengan kapitalisme, kesejahteraan dalam Islam akan terwujud ketika setiap individu masyarakat mampu memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. Islam memiliki kebijakan politik ekonomi untuk menjamin pemenuhan kebutuhan.
Pertama, standar pelayanan Islam sesuai yang Rasulullah saw. contohkan, yaitu riayah su’unilummah (mengurusi urusan rakyat). Pemimpin bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya. Mereka wajib memperhatikan semua kebutuhan rakyat agar tercukupi.
Rasulullah saw. bersabda, “Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya).” (HR Bukhari)













