Tasikmalaya, BEDAnews
Gedung SDN Balapulang Desa Mekarsari Kadipaten, Tasikmalaya, kondisinya bak kandang kerbau hingga sangat tidak pantas untuk dipakai kegiatan belajar-mengajar. Dan hal itu diakui kepala UPTD TK/SD kecamatan Kadipaten, Burhan, saat ditemui BEDAnews.com di ruang kerjanya, Sabtu (13/7/2013).
Namun demikian, bangunan INPRES tahun 1978 itu masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, walau delapan lokal kelasnya dalam kondisi rusak berat, hampir semua jendelanya tak berkaca, pintu tak berkunci, papan tulis pada jebol, atap jabuk dan pada bolong dan khawatirkan roboh dan menimpa siswa saat belajar.
Kepala Desa Mekarsari, Ade Sobari mengatakan, kondisi bangunan SD tersebut memang parah, dan masyarakat sudah bertahun-tahun menghendaki untuk di relokasi (dipindah). Masyarakat menghendaki SD dipindahkan saja karena berbagai alasan, diantaranya lokasi SDN Balapulang yang jauh dari pemukiman hingga rawan pencurian dan banyak sudah barang inventaris sekolah yang di gondol maling. Lokasi SD itu juga sulit akses air, termasuk akses masuk untuk kendaraan roda 4, dan lain-lain.
Untuk itu lanjut Ade Sobari saat ditemui Bedanews.com Sabtu (13/7/2013), pihak masyarakat sudah menyiapkan sebidang tanah yang lokasinya lebih bagus dan strategis pinggir jalan yang bisa di akses kendaraan roda 4, serta air tentunya lebih gampang diperoleh serta lebih dekat dengan pemukiman.
Atas atensi masyarakat dan Kades Mekarsari yang telah menyiapkan lahan untuk relokasi, Burhan sangat mengapresiasinya. “Akang mengapresisasi Ade Sobari beserta masyarakat yang begitu antusias dengan SDN Balapulang, hingga telah lama lahan tanah untuk relokasi dipersiapkan, dan pejabat dinas pendidikan kab Tasikmalaya telah melihat langsung kondisi parah dan kritis, untuk itu harus segera direlokasi,” katanya.
Tapi sayang, baik Burhan ataupun Ade Sobari, tidak bisa memastikan kapan keinginan masyarakat tersebut dapat diwujudkan. Yang pasti tanah telah ada, tinggal anggaran dan Kepala SDN Balapulang, Cucu Sugandi telah menghadap Kadisdik Tasikmalaya, untuk mengajukan permohonan.
“Masyarakat sudah lama menunggu relokasi SD, semoga saja di tahun ini bisa terlaksana 4 lokal dari anggaran RKB (rencana kelas baru), dan mudah–mudahan pemeduli dan pemerhati pendidikan terketuk hatinya hinggga bisa menyumbang,” ujar Burhan. (Abraham/Endang S)











