• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » SDM dan AI di Era Human Society 2.0

SDM dan AI di Era Human Society 2.0

Hargib by Hargib
19 September 2025
in Edukasi, Jurnal, Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Artificial Intelligence (AI) kini menjadi kata kunci dalam percakapan bisnis, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari. Laporan World Economic Forum (2024) menyebutkan bahwa sekitar 85 juta pekerjaan berpotensi hilang karena otomatisasi, namun pada saat yang sama, 97 juta jenis pekerjaan baru akan tercipta. Artinya, AI bukan hanya menghapus, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Pekerjaan rutin yang repetitif bisa dialihkan ke mesin, sementara manusia difokuskan pada hal-hal yang lebih strategis yakni kreativitas, inovasi, dan pengambilan keputusan. Perusahaan-perusahaan besar sudah menganggap AI sebagai “mesin percepatan”. Namun, mesin tidak akan berarti apa-apa tanpa manusia yang bisa mengendalikannya.

Di sinilah SDM menjadi pusat dari semua investasi. Sosiolog menyebut fenomena ini sebagai “society 2.0”, masyarakat yang hidup berdampingan dengan mesin pintar. Psikolog menyebutnya penuh ambivalensi, ada rasa takut kehilangan pekerjaan, tetapi juga peluang pekerjaan baru yang lebih menantang. Dan secara filosofis, kita juga diingatkan untuk tidak menuhankan teknologi. AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti martabat manusia. Maka, perusahaan yang cerdas akan berinvestasi ganda, teknologi sekaligus peningkatan kapasitas SDM. Investasi SDM dan AI yang akan melahirkan masa depan, dimana manusia dan mesin berkolaborasi, bukan bersaing, dan yang menentukan bukan seberapa pintar AI, tetapi seberapa bijak manusia memanfaatkannya. Di sinilah teori Human Capital 2.0 menemukan relevansinya, bahwa nilai SDM tidak lagi terletak pada keterampilan teknis semata, tetapi pada kemampuan adaptasi, empati, kreativitas, dan kolaborasi

BeritaTerkait

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Page 2 of 8
Prev123...8Next
Tags: AIartificial intelligenceEra Human Society 2.0SDM
Previous Post

Audiensi AMKI ke BPSDM Hukum Kemenkum, Bangun Kemitraan di Era Konvergensi Media

Next Post

Bakamla RI Bahas Konsep Social Return on Investment (SROI)

Related Posts

Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Ragam

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Ragam

Kelola Kabupaten Berskala Besar, Kepala BKN Dorong Bojonegoro Jadi Pilot Project Manajemen Talenta Untuk Mewujudkan Visi Misi Daerah

6 November 2026
Ragam

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim

6 November 2026
Edukasi

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
Ragam

Singgasana di Atas Ingatan yang Lelah: Kala Kekuasaan Berjalan Tanpa Rem

6 November 2026
Next Post

Bakamla RI Bahas Konsep Social Return on Investment (SROI)

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021