Lebih dari sekadar kompetisi, Amin melihat IDPFEST memiliki misi yang jauh lebih besar. Festival tersebut dinilai mampu menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan alat musik perkusi tradisional dari berbagai daerah di Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Ekki tidak sekadar membuat lomba. Dia juga menggali alat musik perkusi dari berbagai daerah untuk ditampilkan di Jakarta. Ini penting agar generasi muda tahu bahwa alat musik tabuh di Indonesia sangat beragam,” tutur Amin.
Ia mencontohkan, Dol dari Bengkulu sebagai salah satu kekayaan musik perkusi Nusantara yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Menurutnya, kehadiran berbagai instrumen tradisional dalam festival seperti IDPFEST menjadi bagian penting dari upaya menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Indonesia.













