JAKARTA || Bedanews.com – Membawa sebuah festival musik hingga bertahan selama satu dekade bukan pekerjaan mudah. Terlebih, yang diangkat bukanlah ajang pencarian bakat penyanyi atau festival musik populer, melainkan drum dan perkusi yang selama ini berada di ceruk tersendiri di industri hiburan.
Namun, Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDPFEST) membuktikan bahwa musik tabuh juga mampu memiliki panggung besar dan mendapatkan perhatian publik. Memasuki usia 10 tahun, IDPFEST dinilai telah berhasil mengubah musik yang semula dianggap tidak populer menjadi sebuah perhelatan yang memiliki daya tarik dan nilai edukasi.
Direktur Musik, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Dr. Mohammad Amin Abdullah M.Sn, M.A, atau yang akrab disapa Amin Abdullah, memberikan apresiasi tinggi kepada Ekki Soekarno, penggagas sekaligus pendiri IDPFEST.













