Garut, BEDAnews
Keberadaan satpam atau sekuriti disekolah menjadi sangat vital, bahkan bisa dikatakan garda terdepan dalam upaya penegakan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Itu juga yang terjadi di SMKN 1 Garut di Jl, Cimanuk Garut. Sejak dibawah kepemimpinan kepala sekolahnya, Drs, H. Dadang Johar Arifin, MM, kedisiplinan sekolah diperketat, apalagi saat ini SMKN 1 sudah berubah menjadi RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional).
Dengan merekrut satpam/ sekuriti perempuan, maka jumlah satpam di SMKN 1 Garut bertambah menjadi 3 orang, dari sebelumnya dua orang satpam laki laki yaitu Iik dan Asep. "Tujuan mengangkat satpam wanita sendiri adalah agar dalam pemeriksaan terhadap siswi yang mayoritas perempuan, mereka tidak canggung," tutur H. Dadang.
Iik sendiri merupakan satpam paling senior di SMKN 1 Garut. Satpam yang hobby dan jago nyanyi ini sudah sejak 1984 bertugas di SMKN 1 Garut, dan kebetulan Iik juga adalah lulusan dari SMKN 1 Garut yang dulu lebih terkenal dengan sebutan SMEA Negeri Garut, jadi Iik tahu betul seluk beluk SMKN 1 Garut, mulai dari lingkungan dari fasilitasnya yang ada sekarang.
Berdasarkan intruksi dari kepala sekolah, Iik dan Asep, senantiasa menjalankan program kedisiplinan yang diterapkan disekolah, mulai dari jam masuk pukul 07.15 WIB, siswa harus sudah berada didalam lingkungan sekolah, bagi mereka yang terlambat 1 menitpun dan berada diluar gerbang pada jam tersebut langsung dipulangkan dan diberikan surat untuk orang tuanya, penerapan ini tidak hanya dilakukan kepada murid namun juga untuk guru dan TU.
"Alhamdulillah berkat kedisiplinan yang diterakan H. Dadang sebagai kepala sekolah, tingkat keterlambatan murid dapat ditekan, hanya sekitar 0,5 – 1 % saja setiap harinya mereka yang terlambat," tutur Iik.
Belum lagi penggunaan teknologi CCTV yang diterapkan beberapa bulan lalu di SMKN 1 Garut, tingkat pelanggaran dapat ditekan karena semuanya diawasi dengan cermat, murid tidak berani berbuat macam macam.
Dadamg menambahkan, pada dasarnya murid di SMKN 1 biasa biasa saja, tidak ada yang macam macam atau berbuat onar/ tawuran seperti sekolah yang lain," pungkas H. Dadang. (Yuyus)












