Garut, BEDAnews
Sekretariat DPP komunitas Mantan Narapidana Garuda Utama (KOMANAGA) di Perum Griya Praja, Jl. Cipanas, Minggu (15/07) lalu mendapat kunjungan kehormatan dari anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat yang terpilih dari Dapil XI, Mayjen (Purn) Yaya Sacawiria.
Kedatangan Yaya sendiri kebetulan saat itu dirinya baru menghadiri rapat konsultasi yang digelar Dewan Presidium Garut Selatan di Hotel Agusta, yang bersebelahan dengan sekretariat Komanaga bersama anggota DPR RI dari fraksi yang sama yaitu Siti Muftaah, P.Si, dan hadir juga ketua Dewan Presidium Garut Selatan, Prof, Dr, Gunawan Undang.
Di sekretariat Komanaga sendiri hanya ada beberapa orang pengurus yaitu Dede Mulyana serta Sekjen Komanaga, Drs. Apen Supriadi, serta koordinator media Komanaga, Ridwan Firdaus.
Pada kesempatan tersebut, Apen Supriady menyatakan rasa terima kasihnya, karena Mayjen (Purn) Yaya Sacawiria yang seorang anggota DPR-RI mau berkunjung tanpa ada agenda terlebih dahulu, seraya menjelaskan sedikit sejarah berdirinya Komanaga pada 5 tahun yang lalu.
Yaya Sacawiria sendiri mengungkapkan, sejak menjadi anggota DPR RI sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya untuk mengunjungi konsituen-konstituennya, terutama yang berada di dapilnya yaitu Kabupatan Garut, Tasikmalaya, serta Kota Tasikmalaya.
"Malah untuk Garut, saya sangat sering mengunjungi tempat ini baik ke konsitutuen langsung maupun ke ormas/ OKP yang ada di Garut, mulai dari Persatuan Ojeg Wanaraja (POW), Komunitas Wartawan Garut Selatan dan organisasi lainnya," tutur Yaya.
Bagi dirinya, jalan-jalan mengunjungi masyarakat adalah kebiasaannya sejak dahulu masih menjadi TNI aktif, banyak tempat yang dikunjungi sekaligus melakukan komunikasi dengan masyarakat yang didatanginya.
"Namun tidak hanya datang dan ngobrol saja dengan masyarakat, saya beri program kongkrit buat mereka, saat ini saya sedang gencar gencarnya memberikan bantuan domba khusus dari saku pribadi saya," ungkapnya.
Programnya sendiri adalah bentuk pembelian domba jantan dan betina, dimana ketika domba betina itu melahirkan maka anak domba tersebut dibagi dua, sebagian untuk masyarakat yang mengurus domba, sebagian lagi untuk Yaya Sacawiria. Namun oleh Yaya domba jatah dirinya tidak otomatis dimilikinya, melainkan diberikan kepada masyarakat lain yang mau beternak domba. "Semacam program bantuan bergulir lah," jelas Yaya.
Melihat program Komanaga sendiri dianggap oleh Yaya sebagai hal yang nyambung, dimana keinginan para mantan narapidana untuk berubah menjadi lebih baik, ditopang dengan program bantuan domba yang selama ini telah digulirkan olehnya. (Yuyus)













