Garut, BEDAnews
Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas, Polres Garut menggelar Operasi Simpatik Lodaya Tahun 2013 selama 20 hari, mulai 9 Mei hingga 27 Mei, demikian disampaikan Kasatlantas Polres Garut AKP. Sulman Aziz, S.Sos., kepada BEDanews.com, Senin (20/5/2013).
Satlantas Sulman Azis menjelaskan, Oprasi Simpatik Lodaya 2013 ini mengedepankan langkah preventif dan penindakan pelanggaran secara edukatif serta penegakan hukum dengan tilang dilakukan selektif. Artinya penegakan hukum prioritas terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan laka lantas.
Menurutnya, di samping keberhasilan dalam pelaksanaan tugas, masih banyak kekurangan dan kelemahan, khususnya masih terdapat beberapa oknum yang belum sadar akan paradigma baru tugas Polri. Sehingga timbul perilaku penyalahgunaan wewenang, pungli maupun arogansi.
“Perlu adanya kegiatan kepolisian yang bersifat simpatik guna meningkatkan citra polri, khususnya di bidang lalu lintas. Ditegaskannya, agar seluruh anggota Polantas tidak menjadi pemicu konflik SARA, dan konflik horizontal dalam masyarakat akibat dari tindakan penegakkan hukum, dalam penanganan pelanggaran lalu lintas, laka lantas dan tindakan lainnya,” tegas Sulman.
Sulman berpesan, kepada seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Simpatik Lodaya 2013, agar selalu berpedoman pada prosedur operasional standard dan memperhatikan faktor keselamatan dalam setiap kegiatan operasi.
“Tujuan utama Operasi Simpatik tahun 2013 ini adalah terwujudnya keamanan, kelancaran, ketertiban, keselamatan dalam berlalu lintas, dengan melaksanakan pelayanan prima, anti KKN dan anti kekerasan, sebagai bukti kinerja untuk meraih prestasi, tegasnya. Hal tersebut sesuai dengan data yang akurat dalam table diantaranya, tegas Sulman. (Sighar/Yanti)











