Fenomena “Bagas-Bagas” baru yang kian memadati jalanan kota bukan sekadar cerita kemalangan individu, melainkan cermin dari gejala premature deindustrialization atau deindustrialisasi dini yang menggerogoti struktur ekonomi kita. Sektor manufaktur yang seharusnya menjadi penyerap utama tenaga kerja terdidik berproduktivitas tinggi terus menyusut kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Akibatnya, angkatan kerja muda terpelajar terlempar ke sektor jasa informal yang minim pelindungan. Ekonom Dani Rodrik dalam Premature Deindustrialization (2016: 9–14) mengingatkan bahwa negara berkembang yang kehilangan basis manufakturnya sebelum mencapai taraf kemakmuran akan terjebak dalam pertumbuhan yang rapuh serta penciptaan pekerjaan bermutu rendah.













