Oleh: Dr. (C.) K.H.M. Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I.
YOGYAKARTA || Bedanews.com – Bagas mencengkeram erat setang sepeda motornya di bawah guyuran hujan deras Jakarta. Ijazah teknik mesin berpredikat cum laude yang diraihnya dua tahun lalu tersimpan rapi di dalam tas kedap air, melindunginya dari cipratan air jalanan saat ia mengejar target pesanan makanan. Di atas kertas, Bagas bukan pengangguran. Dalam catatan statistik resmi pemerintah, keberadaannya dihitung sebagai bagian dari angka keberhasilan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Namun, di balik senyum tipisnya saat menerima tip lima ribu rupiah, ada kebenaran pahit: perekonomian nasional sedang lihai menyulap pengangguran terselubung menjadi seolah-olah lapangan kerja yang produktif.













