• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Saratuspersen, Keliling Dunia Dengan Modal Sendiri

Saratuspersen, Keliling Dunia Dengan Modal Sendiri

Asep Budi by Asep Budi
5 Februari 2013
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, BEDAnews

Perkembangan musik kolaborasi atau yang biasa disapa dengan istilah "world music" saat ini mulai diminati dan diperbincangkan. Dan grup musik etnik kolaborasi yang tergabung dalam Saratuspersen adalah salah satu grup musik yang menjadi bagian dalam world musik yang unik dan membawa warna berbeda.

Menurut Iwan Darwiansyah, salah satu anggota, Saratuspersen adalah kelompok musik kolaborasi multietnik yang menggunakan gaya dan genre musik Timur dan Barat secara umum yang mempresentasikan semangat pluralisme dan universalisme.

Saratuspersen yang diambil dari bahasa sunda didirikan pada 15 Desember 1999, oleh 2 mahasiswa STSI Bandung yakni Rusli Kustaman (drum) dan Asep Lukman (bass), dan ditambah personil lainnya yakni Muhammad Iman (kendang), Iwan Darwiansyah (djembe, vocal), Ganjar Purnama (percussion), Muklis Setyadi (pamade2), Sendy (pamade1), Satya (kantil1), Ade (kantil2), Moh Febri (trombone), Rivan (Violin) dan Nunu (gitar).

BeritaTerkait

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026

"Saratuspersen dikelompokan juga sebagai kelompok world music karena di dalamnya mempresentasikan aspek-aspek dari pelbagai musik etnik tetapi dengan konsep yang berbeda sehingga menghasilkan musik baru," katanya pada acara Launching Saratuspersen Tour Pendidikan ke sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk pengajaran musik tradisional, di Jalan Riau, Selasa (5/2).

Beberapa karyanya sudah terangkum dalam mini album “Sundanesse in Bali” – album “sound of orang kampung” – album kompilasi “Persib” – album kompilasi “The Rought Guide Undiscover World” London (15 negara) – album kompilasi “World Music & Dance” Jepang (10) negara –  dan single “Kau”. (Lanie)

Previous Post

PKS Cimahi Anggap Kasus Luthfi Sebagai Ujian

Next Post

Mengandung Katinon, Polda Jabar Sita Ribuan Tanaman Khat di Puncak Bogor

Related Posts

TNI-POLRI

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026
TNI-POLRI

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026
TNI-POLRI

TNI Temukan Black Box MI-17, Kunci Penting Pengungkapan Penyebab Kecelakaan

7 November 2026
TNI-POLRI

Kepala Kampung Yamboi Apresiasi TMMD Ke-130, Berharap Program Bedah Rumah Terus Berlanjut

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Berbagi Kebahagiaan, Anak-Anak Kampung Yamboi Sumringah

7 November 2026
TAUZIAH-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan saat memberikan Tauziah para Santri Ponpes Al-Barru saat Safari Subuh. (Foto Doc. Polres).
TNI-POLRI

Kapolres Wonogiri: Melalui Safari Subuh, Silaturahmi Semakin Erat

7 November 2026
Next Post

Mengandung Katinon, Polda Jabar Sita Ribuan Tanaman Khat di Puncak Bogor

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021