Untuk diketahui bahwa, saat ini sudah begitu banyak para praktisi taekwondo Indonesia mengambil riset penelitian untuk tugas akhir, skripsi bahkan tesis dan disertasi tentang cabor taekwondo. Dan berdasarkan hasil laporan kami bahwa, problem akademis yang dihadapi oleh mereka yang mengambil studi risetnya tentang taekwondo adalah sama. Yakni tidak utuh dan tidak detailnya tentang sejarah taewondo Indonesia.
“Seperti ada potongan-potongan peristiwa yang belum terstruktur dan tersusun rapi. Banyak kisah tentang sejarah taekwondo, namun tertulis pada opini pribadi masing-masing tokoh yang merasa hidup dizamannya,” terang Thamrin.
Dalam konteks itulah, gagasan sarasehan ini dilakukan. Setidaknya menurut Thamrin, PBTI akan mulai mengkonstruksi penulisan sejarah yang lebih utuh, detail dan obyektif. Harapannya tentu dengan upaya ini akan lahir suatu produk atau suatu karya ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Yang hasil dari produk ilmiah tersebut, akan sangat berharga sebagai acuan, atau referensi bagi para praktisi taekwondo yang selama ini menjadikan cabor taekwondo sebagai obyek studi penelitiannya secara ilmiah.













