“Tentu filosofi perjuangan itu kita bisa lihat secara eksplisit dari loyalitas, dedikasi, pengorbanan dan esprit de corps (jiwa korsanya) mereka membangun dan membesarkan taekwondo, hingga bisa menyaksikan buah perjuangannya hingga saat ini,” ujar Thamrin.
Generasi saat ini harus paham dan sadar akan hal itu. Bahwasanya, sejarah hari ini sebenarnya ditentukan oleh perjuangan para pendiri dan dewan guru kita di masa lalu, dan sejarah apa yang akan terjadi kedepan tentang eksistensi taekwondo Indonesia, tergantung legacy (apa yang kita tinggalkan) pada hari ini untuk generasi mendatang, ungkapnya.
Selain itu, menurutnya, tujuan PBTI mengumpulkan para tokoh pendiri dan dewan guru taekwondo Indonesia ini tiada lain adalah untuk kepentingan organisasi. Yakni menyusun dan membukukan sejarah perkembangan taekwondo Indonesia secara lebih terstruktur dan ilmiah. Harapannya dengan penyusunan sejarah yang dibukukan secara tertulis, obyektif, terstruktur dan ilmiah, tentu akan sangat berguna sebagai acuan referensi bagi para praktisi taekwondo Indonesia.













