Kita memang terbebas dari penjajahan fisik, namun bisa saja terjebak dalam penjajahan jiwa. Allah SWT, telah berfirman;
Artinya: “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf [12]:53).
Allah mengingatkan bahwa nafsu hakikatnya akan senantiasa mendorong manusia ke arah perilaku buruk dan melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan-Nya. Salah satu perjuangan yang paling berat bagi seseorang adalah melawan hawa nafsunya, bahkan Rasulullah SAW. pun menyatakan bahwa jihad yang paling berat adalah jihad melawan hawa nafsu.
Amalan yang Kedua: Bergantung Hanya Kepada Allah; Hakikat kemerdekaan tidak hanya terwujud dengan bebas dari penjajahan fisik, tetapi yang sebenarnya adalah pembebasan dari ketergantungan terhadap selain Allah SWT. Jika kita merasa telah meraih kemerdekaan, namun masih sering bergantung pada makhluk yang tidak memiliki kemampuan untuk memberikan manfaat atau bahaya, maka sesungguhnya kita masih jauh dari makna sejati kemerdekaan. Barangsiapa yang masih bersandar pada hal-hal selain Allah SWT, mengharapkan pada yang lain selain Allah, dan mencari perlindungan pada yang bukan Allah, maka ia sebenarnya sedang terjajah oleh dosa syirik.













