Sementara Mistiani, Analis Pertahanan Negara Madya Set Batekhan Kemhan, menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Program ini mencakup peserta didik dan non-didik. Selain meningkatkan asupan gizi, MBG juga berdampak positif bagi ekonomi lokal karena SPPG dapat memanfaatkan hasil bumi di sekitar wilayah pelaksanaannya. Agar program ini berjalan lancar, perlu sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional,” jelasnya.
Melalui sosialisasi di Kabupaten Kampar ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memastikan keberlanjutan program serta mewujudkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.













