Langkah selanjutnya, kata Prof Fattah, adalah persiapan politik dan persiapan militer. Dari Sejarah Nabi Muhammad, persiapan politik dan persiapan militer didasarkan pada persiapan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, umat Islam harus terus memperkuat persiapan ilmu pengetahuan dalam pembebasan Al Aqsha.
*Indonesia Aktif*
Sementara itu, Wakil Ketua MPR, Dr. Hidayat Nurwahid menyatakan, pembebasan Palestina merupakan tuntutan masyarakat global, tidak hanya dunia umat Islam. “Tragedi genosida yang terjadi di Gaza saat ini memberi pelajaran agar dunia bergerak bersama untuk menyelamatkan kemanusiaan. Karena zionis Israel tidak hanya melanggar hukum internasional, melainkan juga mengabaikan prinsip-prinsip hak asasi manusia,” tegasnya.
Selanjutnya, Dr Hidayat Nurwahid menjelaskan, Indonesia terlibat aktif dalam upaya pembebasan Palestina. Tidak hanya unsur pemerintah dan parlemen, tetapi juga organisasi masyarakat dan tokoh-tokoh informal.











