Peserta seminar ini sempat menyentuh angka 91 orang di platform Zoom dari berbagai daerah di Indonesia, ditayangkan live You Tube.
Syeikh Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi, Direktur Academy for Islamic Jerusalem Studies (ISRA) sebagai pembicara pertama menegaskan, setelah 107 tahun ini tidak ada rencana strategi pembebasan Al Aqsha dari umat Islam di dunia.
Tanpa strategi pembebasan itu maka Al Aqsha tidak akan dapat dilepaskan dari penjajahan. “Itulah argumentasi utamanya,” kata Prof Al Fattah.
Hal itu dipraktekkan Rasulullah SAW dalam membuat rencana strategis pembebasan Al Aqsha. “Untuk mewujudkan langkah-langkah strategis dalam pembebasan Al-Aqsa, kita harus terlebih dahulu memiliki ilmu yang bermanfaat dan relevan dengan tujuan tersebut. Ilmu yang bermanfaat bukan sekadar pengetahuan teoretis, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam mengenai sejarah, politik, ekonomi, dan dinamika sosial yang melingkupi isu Al-Aqsa,” jelas Prof Al Fattah yang berbicara dari Edinburg, Skotlandia.











