KAB. BANDUNG || bedanews.com — Saat Reses Masa Sidang III DPRD Kabupaten Bandung, Riki Ganesha menerima keluhan bantuan dana bergulir tanpa bunga yang menjadi program prioritas yang nyatanya sebagian masyarakat tidak mengetahui alur dan prosesnya.
Legislator dari Fraksi Golkar itu menambahkan, sebenarnya masyarakat yang merupakan undangan kegiatan reses saat tertarik dengan program tersebut, namun tidak mengetahui bagaimana alur dan prosesnya.
.
“Masyarakat antusias tapi informasi belum diterima dengan spesifik, sehingga masyarakat tidak mengetahui bagaimana cara pengajuannya untuk mendapatkan bantuan modal tersebut,” katanya di Gedung Karya Rahayu Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi, Selasa 26 Juli 2022.
Pada pertemuan itu, disebutkab Riki, selain membahas pemberdayaan masyarakat melalui program UMKM, infrastruktur, pendidikan, dan guru ngaji. Namun dari semua pembahasan, masalah bantuan modal yang menjadi prioritas pembahasan.
Ia menyampaikan saat reses agar masyarakat bisa melakukan koordinasi dengan aparatur setempat mengenai bagaimana prosesnya untuk mendapatkan bantuan itu. Jadi masyarakat saat reses menuntut kejelasan alur dan prosesnya secara signifikan.
“Meski pun besar bantuan modal UMKM hanya 2 juta rupiah, tapi masyarakat sangat tertarik. Sayangnya tidak ada informasi menyeluruh bagaimana cara mendapatkan bantuan itu,” ujarnya.
Hal ini akan menjadi catatan, khususnya tentang alur dan prosesnya yang harus segera dicari solusinya. Bisa saja masalah itu terbentur dari adminisitrasi yang tidak lengkap atau mungkin hal lainnya.
“Jadi bukan masalah masyarakat kecewa dan tidak kecewa masyarakat, tapi program ini kan masih baru. Hanya alur dan prosesnya saja yang diperbaiki terutama dalam menyampaikan informasi kepada masyarat dengan jelas,” tutup Riki.***













