“A–nya aktual dan analitik. Aktual, tidak dianalisa bisa juga salah,” tuturnya.

Ia menerangkan, humas harus memiliki basis data yang baik, kemampuan analisis yang mumpuni, dan kapasitas riset yang memadai sehingga bisa memberikan masukan yang tepat bagi pimpinan. Sebagai penasehat komunikasi pimpinan, humas harus membantu pimpinan untuk mengambil keputusan yang tepat.
Sedangkan ‘S’ bermakna supel atau mudah bergaul. Menurutnya, kemampuan membangun relasi yang baik dengan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menjalankan tugas humas. Ia tidak boleh berpikiran tertutup dan menjauh dari sumber-sumber informasi.
“Saya termasuk orang yang mengagumi ‘style’ dan gaya orang humas. Bajunya santai, rileks, bawa kamera, dan sudah siap dengan segala sesuatu. Sepatunya juga santai dan siap untuk masuk ke medan tempur. Kelihatannya harus seperti itu,” ucapnya.













