Garut, BEDAnews
Kepala desa Tanjung Mulya Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut beserta perangkatnya, sudah hampir sebulan ini terpaksa berkantor numpang di bangunan puskesmas pembantu (Pustu) desa Tanjung Mulya.
Pasalnya akibat bencana angin puting beliung yang terjadi bulan lalu, hampir setengah dari bangunan kantor desa tersebut roboh, hingga sarana prasarana didalamnya rusak porak poranda, seperti meja, kursi, lemari, komputer, mesin tik dan sebagainya.
"Saat ini saya dan perangkat desa akhirnya ngantor di pustu yang ada, semua perlatan kantor kita pindahkan ke pustu, karena saya dan perangkat desa yang lain tidak berani ngantor di kantor desa, takut terjadi bencana susulan,” ungkap Kades Tanjung Mulya Garut, Yusep Kirman, saat ditemui dirumahnya.
Kami lanjut Yusep, khawatir terjadi bencana susulan Jika tetap di kantor lama, karena kondisi kantor desanya sudah sangat memprihatinkan, katanya.
Menurutnya, pihak desa sudah melaporkan kerusakan bangunan yang dialami kantor desanya tersebut kepada pihak kecamatan dan pemkab Garut. Dirinya berharap agar perbaikan segera dilakukan, karena pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak maksimal.
Disamping banyak warga yang tidak tahun kantor desa pindah ke pustu, juga kegiatan perangkat desa tidak maksimal karena pelayanan terpaksa harus berbarengan dengan aktivitas pelayanan kesehatan.
"Maka dari itu saya sangat berharap agar secepatnya ada perhatian dari pemda, ini kan masuknya kategori bencana, jadi pos anggarannya bisa dari bantuan tak terduga (BTT), kasian perangkat desa kalau terus terusan ngantor bersama petugas pustu, karena masing masing butuh konsentrasi dalam pekerjaannya, kasian juga warga masyarakat serta para pasien jika harus terus berdesakan dalam satu kantor, dengan dua kepentingan yang berbeda”, pungkas Yusep. (Yuyus)











