• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Road To Banjarnegara, Nggas Bareng Semprul (NGEBAS)

Road To Banjarnegara, Nggas Bareng Semprul (NGEBAS)

Boed by Boed
15 Mei 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews – Semangat kebersamaan dalam berkendara merupakan fondasi utama untuk menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman. Ini bukan hanya mengenai aturan, tetapi tentang komitmen bersama untuk saling menjaga kekompakan dalam berkendaraan.

Kekompakan dalam berkendaraan diwujudkan  dalam acara Nggas Bareng Semprul (NGEBAS) ke Banjarnegara Jawa Tengah tgl 14 – 16 Mei 2026 yang diikuti  lebih dari 30 peserta anggota Semprul.

Kegiatan dimulai dengan titik kumpul di Jalan Randusari  Antapani Bandung sekitar pukul 06.00 WIB,  yang menjadi lokasi pembukaan sekaligus briefing awal. Dalam suasana penuh keakraban, para anggota Semprul mendapatkan arahan dari RC yang mengingatkan untuk selalu berhati hati dan bersikap sopan selama dalam perjalanan.

Mengusung konsep TOURING  ROAD TO RENDEZVOUS 3th ke  60 tahun, rombongan Semprul memacu kendaraannya menuju Banjarnegara, selama dalam perjalanan komunikasi tetap terjalin, sehingga bisa terpantau, tidak hanya menguji kekompakan dan strategi pemotor tetapi juga memperkuat bonding antar sesama anggota selama perjalanan.

BeritaTerkait

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026

Perjalanan NGEBAS sampai  Desa Asinan Banjarnegara sekitar pukul 18.30 WIB dan disambut  kades Pandu Dewanata.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada dulur dulur Semprul atas kunjungannya yang sudah datang ke Desa Asinan , walaupun medannya luar biasa naik gunung turun jurang, saya salut dengan Semprul,” tutur Pandu.

Mengenai kondisi jalan yang rusak, Pandu menegaskan bahwa semua itu karena faktor alam, dan pihaknya dalam waktu dekat akan memperbaikinya.

Setelah makan malam, rombongan Semprul  berlanjut ke Desa Purwasaba Kab Banjarnegara Jawa Tengah. Suasana akrab terjalin antara anggota Semprul dengan Yuni Nugroho, Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja atau yang lebih dikenal dengan nama Kades Hoho. Dalam sambutannya Kades Hoho mengucapkan terima kasih atas kunjungannya.

“Selamat datang di Desa Purwasaba, Malam ini saya bahagia sekali, temen temen Semprul dari Bandung kompak sehingga bisa sampai ke daerah sini, mari kita ngopi,” tutur Kades Hoho.

Rawe-rawe rantas, malang-malang putung kalimat itu berulang ulang diucapkan Kades Hoho dengan gaya khasnya kepalan tangan. Kata kata itu adalah peribahasa Jawa yang berarti segala rintangan yang menghalangi tujuan harus disingkirkan. Slogan ini melambangkan tekad bulat, integritas, dan semangat pantang menyerah dalam mencapai tujuan.

Sekitar pukul 23.00 wib, rombongan pamit dari Desa Purwasaba untuk menuju penginapan di Baturaden sebagai titik akhir perjalanan.

Kegiatan NGEBAS ini tidak hanya menjadi ajang riding bersama, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi antar anggota komunitas, serta memperkuat kampanye keselamatan berkendara. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat terus menjadi pelopor keselamatan di jalan sekaligus menikmati pengalaman berkendara yang menyenangkan.

Panglima Semprul mengatakan acara NGEBAS ini  yang utama menjalin silaturahmi baik sesama anggota ataupun dengan pihak lain, Selain itu Susilo mengingatkan harus tetap dijaga kondisi motor dan keamanan lalu lintas, tubuh juga harus fit, harus tahu bagaimana caranya menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama perjalanan. Salah satunya, bisa berhenti untuk istirahat makan atau minum setiap dua jam sekali.

“Agar tidak kelelahan dan konsentrasi di jalan lebih stabil, selama perjalanan juga banyak risiko yang harus dihadapi seperti hujan, trouble motor, dan mengantuk saat berkendara, biasa menyebutnya cek point,” tutur Susilo.

 

Previous Post

Babinsa Samar dan Warga Kebut Pembangunan Jembatan Garuda, Struktur Semakin Kokoh

Next Post

Semprul Indonesia Kunjungi Pondok Pesantren Tahfidz Al Azka QU Cilacap

Related Posts

Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Ragam

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Ragam

Kelola Kabupaten Berskala Besar, Kepala BKN Dorong Bojonegoro Jadi Pilot Project Manajemen Talenta Untuk Mewujudkan Visi Misi Daerah

6 November 2026
Ragam

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim

6 November 2026
Edukasi

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
Ragam

Singgasana di Atas Ingatan yang Lelah: Kala Kekuasaan Berjalan Tanpa Rem

6 November 2026
Next Post

Semprul Indonesia Kunjungi Pondok Pesantren Tahfidz Al Azka QU Cilacap

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021