Meski demikian, kebijakan afirmatif tidak boleh berhenti pada tataran moral. Ia harus diikuti desain kebijakan yang konsisten, dukungan fiskal memadai, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Negara memang harus hadir ketika warga sakit. Tapi kehadiran itu tidak cukup hanya dalam bentuk instruksi. Harus ada sistem yang adil, disiplin, dan berkelanjutan,” pungkas Rinna.
.
Page 6 of 6













