Bandung, BEDAnews
Musim kemarau panjang berdampak kekeringan yang melanda di sejumlah daerah. Bahkan untuk Kabupaten Bandung, lahan area pesawahan yang mengalami kekeringan semakin meluas.
Data yang terungkap, sedikitnya 3.246 Ha lahan sawah sudah mengalami kekeringan. Dampak kekeringan paling parah dialami petani padi sedangkan untuk tanaman jenis palawija belum begitu signifikan kerusakannya.
Menurut Kepala UPTD Alat Mesin Pertanian dan Proteksi Tanaman Distambunhut Kabupaten Bandung, Abdul Latif, jumlah areal sawah yang kekeringan mencakup 24 kecamatan dari 31 kecamatan di Kab. Bandung. Yang paling parah Kec. Rancaekek 420 hektare puso, Kec. Cikancung 82 hektare puso, dan Baleendah 451 hektare puso.
"Semua yang kekeringan adalah tanaman padi, sedangkan sayur mayur belum ada data yang masuk. Namun, kekeringan di sayur mayur tidak parah karena sifatnya tak butuh banyak air," katanya kepada wartawan, di Soreang, Selasa (11/9).
Dijelaskannya, hujan yang mengguyur kawasan kota Bandung dan sekitarnya dalam dua hari terakhir, hanya sebentar dan sifatnya tak merata. "Musim hujan dalam September ini masih sporadis sehingga para petani tetap harus mewaspadai kekeringan," katanya. (hargib)











