Ia menjelaskan, kapasitas pengelolaan sampah di Kota Cimahi saat ini masih jauh dari ideal. Total pengolahan yang tersedia di bawah 100 ton per hari, sementara produksi sampah harian mencapai 260 hingga 280 ton.“Ini selisih yang sangat besar. Artinya, ada ratusan ton sampah yang belum tertangani optimal setiap harinya,” terang Wahyu.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius, termasuk tekanan terhadap TPA Sarimukti.Wahyu menilai solusi tidak bisa hanya bergantung pada penambahan fasilitas atau teknologi. Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama.“Kalau kita disiplin dari rumah, mulai dari memilah sampah organik dan anorganik, sebenarnya masalah ini bisa jauh berkurang. Tidak berat, hanya perlu kebiasaan,” katanya.Ia mengusulkan konsep pengelolaan sampah berbasis lingkungan terkecil, yakni RT.













