• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, Mei 3, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Renumerasi Dan TPP, Tidak Meningkatkan Kinerja PNS Pemprov

Renumerasi Dan TPP, Tidak Meningkatkan Kinerja PNS Pemprov

Asep Budi by Asep Budi
27 November 2012
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

Naiknya 36 % atau Rp. 900 M belanja tidak langsung yang antara lain adalah dengan adanya TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan) dan Renumerasi untuk PNS (pegawai negeri Sipil) dilingkungan Pemprov Jabar, seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kinerja dan disiplin PNS di Pemprov Jabar. Tetapi realitasnya tidak seperti itu.

Hal ini diungkapkan H. Ricky Kurniawan, Lc., angggota Pansus raperda pembinaan kinerja disiplin PNS Jawa Barat, ketika ditemui Bedanews.com di ruang rapat Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar, jln Diponegoro Bandung, Senin (26/11).

Naiknya belanja tidak langsung, dengan harapan target kinerja akan berbanding lurus dengan adanya penurunan pada belanja pegawai langsung, ternyata harapan itu tidak begitu. Realisasinya tidak seperti itu. “TPP dan renumerasi jalan, yang di dalam itu juga tetap jalan. Jadi ngak efektif,” tuturnya.

BeritaTerkait

Momentum Hardiknas, Pemkab Sukabumi Berikan Beasiswa

3 Mei 2026

Diduga Terlibat Pencurian, Imigrasi Ngurah Rai bersama Imigrasi Bogor dan Polresta Bogor Amankan Tiga WNA

3 Mei 2026

Karena itu secara umum pembinaan kinerja PNS ini harus sudah dioptimalkan, PNS Pemprov Jabar ini luar biasa enak paling enak karena adanya TPP dan Renumerasi. “Saat kita di komisi A, termasuk yang mendorong renumerasi dengan harapan PNS nantinya tidak lagi mencari proyek-proyek di belanja langsung, sehingga APBD yang anggarannya untuk belanja public, benar-benar pure buat public,” katanya.

Mantan Ketua Komisi A yang kini jadi Ketua Badan kehormatan DPRD Jabar ini, sangat setuju dengan semangat moratorium karena di dalamnya bisa terjadi pembenahan-pembenahan banyaknya PNS dan CPNS. Dengan adanya moratorium  ini, sebenarnya untuk membenahi itu karena selama ini belum selesai, masuk yang lain.

Kemendagri juga kadang berbenturan dengan kementrian Pengawasan Aparatur negara, komposisi Kepala Bakorwil di MenPan dan Reformasi birokrasi itu tidak diakui keberadaanya, tetapi di Kemendagri dengan apologi akibat terlalu banyak PNS, ketika seseorang sudah ada di eselon tingggi tetapi tidak punya jabatan  maka dilemparlah kesana, sehingga ada image Bakorwil itu tempat buangan, jadi sekretaris KPU itu buangan, paparnya. (hermanto)

Previous Post

Buruh Proyek UIN Bandung Nyaris Tewas Tertimpa Bucket

Next Post

Ngak Pede, Aher Manfaatkan OPD Untuk Beriklan Ria

Related Posts

News

Momentum Hardiknas, Pemkab Sukabumi Berikan Beasiswa

3 Mei 2026
Hukum

Diduga Terlibat Pencurian, Imigrasi Ngurah Rai bersama Imigrasi Bogor dan Polresta Bogor Amankan Tiga WNA

3 Mei 2026
Ragam

Mahasiswa Semester 6 Prodi PBA STAI Yogyakarta, Adakan Outing Class di Kawasan Taman Kuliner Wonosari Gunungkidul 

3 Mei 2026
Ragam

Hardiknas: Upacara yang Terlalu Lama Kita Biarkan Kosong

3 Mei 2026
News

Bela dan Lindungi Buruh, Presiden Prabowo Sahkan Keppres Bentuk Satgas Mitigasi PHK

3 Mei 2026
Ragam

Jalin Silaturahmi Komunitas Motor Kejaksaan Negeri Bandung Touring Bareng JHB Ke Gunung Kidul DIY

3 Mei 2026
Next Post

Ngak Pede, Aher Manfaatkan OPD Untuk Beriklan Ria

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021