Penurunan ini menunjukkan adanya progres positif dalam upaya penanganan stunting secara makro.Namun demikian, data dari sistem E-PPGBM menunjukkan tren yang berbeda.
Angka stunting justru mengalami kenaikan dari 9,54 persen pada tahun 2024 menjadi 9,81 persen pada tahun 2025.
Perbedaan data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi lebih mendalam terkait efektivitas program penanganan stunting di lapangan.
Dijelaskan meskipun arah kebijakan dan berbagai intervensi telah berjalan sesuai rencana, implementasi di tingkat keluarga dan masyarakat masih perlu diperkuat.
“Upaya penurunan stunting harus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan, penguatan intervensi di tingkat keluarga, serta pemanfaatan data yang lebih valid dan terintegrasi,” jelasnya.













