Bandung, BEDAnews – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memprediksi sekitar 25 juta warga Jawa Barat akan melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran 2026/1447 Hijriah. Jumlah tersebut merupakan bagian dari sekitar 143,9 juta masyarakat Indonesia yang diperkirakan melakukan mobilitas selama libur Idul Fitri tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar saat kegiatan media gathering Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H yang digelar di Aula UPTD ASDP Graha Perhubungan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Jalan Cinunuk Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026).
Dhani menjelaskan hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan sekitar 50 persen masyarakat Indonesia diperkirakan melakukan perjalanan selama masa libur lebaran. Dari jumlah tersebut, sekitar 76 juta orang diprediksi menggunakan kendaraan pribadi, sementara sekitar 24 juta lainnya menggunakan sepeda motor.
Menurutnya, Jawa Barat menjadi daerah asal perjalanan terbesar secara nasional. Sekitar 21 persen atau kurang lebih 30 juta orang berasal dari Jawa Barat, sementara sekitar 25 juta orang diperkirakan akan masuk ke wilayah Jawa Barat selama periode Lebaran.
Dhani menambahkan posisi geografis Jawa Barat menjadikan wilayah ini tidak hanya sebagai tujuan mudik, tetapi juga sebagai daerah lintasan utama perjalanan masyarakat dari wilayah Banten, Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Berdasarkan prediksi tersebut, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik.
Selan itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan menyiapkan program mudik gratis bagi masyarakat. Sebanyak 63 bus disiapkan untuk mengangkut ribuan pemudik dari Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung.
Program mudik gratis tersebut akan memberangkatkan sekitar 2.560 penumpang menuju berbagai daerah tujuan di Pulau Jawa.
Pemberangkatan program mudik gratis dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 13, 14, dan 15 Maret 2026 dari Terminal Leuwi Panjang serta beberapa terminal lainnya di Jawa Barat.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Jasa Raharja, untuk membantu masyarakat agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman saat Lebaran.
Diprediksi daerah yang akan mengalami peningkatan volume kendaraan antara lain kawasan Nagreg, Limbangan Garut hingga Simpang Jomin di jalur Pantura.
Selain itu, kawasan Ciawi hingga jalur menuju Sukabumi juga diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan, terutama karena menjadi jalur menuju sejumlah destinasi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat selama masa libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah daerah bersama kepolisian menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem contraflow maupun one way pada jalur tertentu.
ㅤ













