Rembuk stunting ini menjadi forum konsolidasi lintas sektor guna merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menekan angka stunting di Kota Cimahi.
Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Percepatan penurunan stunting merupakan prioritas pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Cimahi sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Cimahi 2025–2029,” ujar Aditia.
Kepala Bapperida Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama,menyampaikan bahwa Kota Cimahi masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan stunting.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Cimahi pada tahun 2025 tercatat sebesar 22,30 persen, turun sekitar 2,2 persen dibandingkan tahun 2023.













