Menurut para saksi, ketakutannya itu dikarenakan melihat Mobil Patroli Gabungan antisipasi kerawanan malam takbir yang akan lewat di tempat mereka nongkrong.
“Kegiatan Patroli Gabungan tersebut tidak menyentuh ke lokasi mereka nongkrong, hanya lewat saja karena berkeliling mengantisipasi kerawanan malam takbiran,”tambah Iptu Ridwan.
Selanjutnya, kenapa korban ditemukan di daerah Cieunteung padahal TKP kecelakaan di Sukalaya 3, dijelaskan Iptu Ridwan bahwa korban berpindah dari TKP kecelakaan karena dibawa oleh saksi lain yang merupakan temannya.
Di TKP kecelakaan korban dalam kondisi pingsan kemudian teman-temannya membawa naik sepeda motor, namun karena panik dengan kondisi korban yang pingsan, temannya ini menurunkannya di sebuah Gang di Wilayah Cieunteung, berjarak sekitar 1 km dari TKP ke 1 ke TKP ke 2.













