Cimahi, BEDAnews
Sedikitnya 107 remaja kota Cimahi, diberikan pelatihan tentang Pusat Informasi Konseling (PIK), supaya mampu memberikan pelayanan dan informasi seputar konseling kesehatan reproduksi, serta kegiatan lainnya yang terkait dengan kehidupan remaja.
Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana Badan Pemberdayaan Perempuan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPPMKB) Kota Cimahi N. Latifah, remaja sebagai bagian dari keluarga, mempunyai peranan strategis dalam membentuk keluarga yang berkualitas.
“Mereka harus dipersiapkan untuk menjadi sumber daya manusia yang potensial sebagai generasi yang bertanggungjawab, baik bagi dirinya maupun lingkungannya,” paparnya Selasa (2/10).
Dengan kemajuan bidang komunikasi dan globalisasi saat ini, lanjutnya, disatu sisi telah mempercepat proses kemajuan dibanyak sector pembangunan seperti sosial, ekonomi ilmu pengetahuan, teknologi, kesehatan maupun pendidikan. Selain memberikan terjadinya perkembangan yang cukup positf dibidang demografi seperti meningkatnya usia perkawinan pertama, menurunnya tingkat kelahiran maupun kematian.
Namun jika arus informasi itu datang dari luar sistem yang sudah ada, serta memberikan pengaruh terhadap gaya hidup, termasuk perilaku seksual, yang tidak sehat tehadap remaja, terutama remaja yang tidak mempunyai daya tangkal, akan berpengaruh terhadap kehidupan reproduksinya.
Dikatakan dia, untuk menghindari kemungkinan buruk pada usia remaja, perlu dilakukan upaya meningkatkan akses dan kualitas berbagai pusat pelayanan informasi termasuk diantaranya pusat informasi dan konseling.
“PIK merupakan suatu wadah kegiatan program kesehatan reproduksi remaja (KRR) yang dikelola dari dan oleh remaja untuk memberikan informasi dan konseling kesehatan reproduksi,” katanya.
Dukungan yang dibutuhkan supaya PIK bisa berhasil diantaranya melalui peningkatan kapabilitas remaja yaitu segala sesuatu yang positif dan terdapat dalam diri remaja, meningkatkan jaringan dan dukungan yang dapat diberikan kepada remaja oleh semua stakeholders, pemberian pelayanan kedua kepada remaja yang telah menjadi korban perilaku menymimpang agar bisa sembuh dan kembali normal.
Latifah berharap, dengan PIK remaja, akan terjadi penurunan kehamilan diusia remaja, pendewasaan usia perkawinan 25 tahun untuk pria dan 20 tahun untuk wanita, menurunkan angka kehamilan yang tidak dikehendaki, menghindarkan remaja dari seks bebas, HIV/AIDS dan penyalahgunaan Nafza. “Kami harapkan setelah mereka dilatih akan menjadi remaja yang sehat, cerdas, berdaya saing dan berakhlak mulia,” paparnya. (bubun m)













