JAKARTA || Bedanews.com — Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini melontarkan gagasan alternatif dalam sistem pemilihan kepala daerah yang ia sebut sebagai Pilkada Jalan Tengah. Konsep ini ditawarkan sebagai solusi atas mahalnya biaya politik sekaligus merosotnya kualitas demokrasi lokal akibat praktik politik uang dalam pilkada langsung.
Gagasan tersebut mengusulkan penerapan metode campuran yang menggabungkan peran rakyat dan lembaga perwakilan dalam dua tahapan pemilihan.
Menurut Prof. Didik, sistem ini dirancang untuk tetap menjaga kedaulatan rakyat, sekaligus memperkecil ruang transaksi politik yang selama ini kerap mencemari kontestasi kepala daerah.
Dalam skema tersebut, tahap pertama dilakukan melalui mekanisme elektoral di tingkat rakyat saat pemilihan legislatif. Tiga calon anggota DPRD dengan perolehan suara tertinggi di suatu daerah otomatis ditetapkan sebagai kandidat kepala daerah, baik Gubernur, Bupati, maupun Wali kota.











