Bandung, BEDAnews
Dibawah pengawalan yang sangat ketat, jajaran Polrestabes Bandung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Franceisca Yofie. Rekonstruksi ini sangat penting untuk membuktikan pengakuan tersangka saat di BAP polisi.
Sejak pagi masyarakat sudah menyemut di tempat rekonstruksi yang dilakukan di 6 lokasi. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan lancarnya rekonstruksi, polisi menurunkan sedikitnya 400 personel termasuk Brimob.
Lokasi pertama yakni di depan rumah dua tersangka yang tertutup rapat di ujung barat Jalan Sukagalih, Kota Bandung. Polisi membuat garis polisi sekitar 10 meter di timur dan barat jalan.
"Tahap pertama rekonstruksi perencanaan penjambretan dilakukan tersangka W (Wawan) dan A (Ade) di sekitar rumahnya ini pada 5 Agustus lalu," ujar Kasubbag Humas Polrestabes Bandung, Komisaris Rosdiana, di lokasi rekosntruksi Kamis (22/8).
Adegan rekonstruksi tahap pertama langsung digelar setibanya para tersangka yang mengenakan kupluk penutup wajah dan dikawal polisi Brimob bersenjata laras panjang ke Sulkagalih sekitar pukul 09.30. Adegan pertama digelar di Masjid Baiturahman melibatkan tersangka Wawan dan Ade serta saksi Usman. Berdasarkan pengakuan Ade sebelumnya, dia sedang takjil buka puasa saat diajak Wawan menjambret.
Adegan kedua digelar di dalam sebuah gudang kecil di halaman masjid. Di gudang dekat pintu masuk halaman masjid itulah, Wawan mengutarakan niatnya mengajak Ade menjambret sambil menunjukkan sebilah golok. Adegan ketiga, Ade mengambil sepeda motor Suzuki Satria miliknya, lalu Wawan membonceng di belakang tepat di depan luar masjid di Jalan Sukagalih. Berikutnya, adegan keempat, keduanya bergerak meninggalkan masjid.
Reka ulang dilakukan saat para tersangka tengah di perempatan Sukagalih-Jalan Sukamulya untuk belok kanan menuju arah Jalan Setra Indah. Saat berangkat tersebut, mereka disaksikan saksi Usman alias Ujang dari depan pagar masjid.
Dari masjid, reka ulang selanjutnya digelar di sebuah pos ronda tempat para tersangka menenggak sebotol bir di Jalan Setra Indah atau sekitar 500 meter di utara masjid. Di lokasi digelar lima adegan rekonstruksi sejak kedatangan, duduk di dalam pos dan membuka sebotol bir.
Setelah kedua tersangka menenggak bir sebotol hingga tandas, lalu meninggalkan lokasi menuju Jalan Setra Indah Utara II, tempat mereka menemukan korban di depan rumah nom1 milik MP Sinurat.
Di lokasi ini, rekonstruksi berlangsung cukup lama karena sempat terjadi perdebatan antara pelaku Wawan dan para saksi tentang sengaja atau tidaknya pelaku menyeret korban. Korban diperankan seorang polwan dan pria yang menggunakan wig. Sepanjang jalannya yang berlangsung sekira 5 jam ini diwarnai teriakan warga yang mencaci-maki para pelaku. (Lanie)











