Bandung, BEDAnews
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menolak rencana penyelenggaraan Miss World di Bali September mendatang. Juru Bicara Muslimah HTI Jawa Barat Rasyidah Munir beranggapan, ajang kecantikan dunia tersebut merupakan bentuk liberalisasi budaya dan perendahan martabat perempuan.
"Kami rasa Miss World ini tidak menghormati kaum wanita, bahkan bentuk eksploitasi terhadap wanita. Ajang ini hanya untuk mendukung kapitalisasi kemaksiatan," ujar Iffah dalam rilis yang diterima Bedanews.com, Kamis (22/8).
Kriteria penilaian berupa konsep Beauty with Purpose, juga 3B (Beauty, Brain and Behaviour) hanyalah kedok dan stempel dari legalisasi eksploitasi tubuh perempuan. Sekalipun penyelenggara berjanji menghapus sesi penggunaan bikini, menurut Iffah, HTI tetap akan berupaya membatalkan acara yang melibatkan 125 negara itu, "Membiarkan penyelenggaraannya di Indonesia sama saja menegaskan bahwa negeri muslim terbesar ini juga turut melanggengkan penjualan tubuh perempuan," kata dia.
Atas dasar itu, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) menyerukan kepada semua pihak untuk menolak penyelenggaraan Miss World 2013 yang merupakan symbol kapitalisasi tubuh perempuan dan perendahan martabat perempuan.
MHTI juga mendesak pemerintah untuk mencabut ijin penyelenggaraan Miss World 2013 yang diklaim menghabiskan dana Rp. 120 miliar tersebut. Selain menolak Miss World HTI juga menolak ajang kecantikan lokal seperti Putri Indonesia dan Miss Indonesia. (Lanie)











