Pertama, memiliki akhlak yang mulia. Islam sangat memperhatikan akhlak umatnya, terutama generasi muda untuk berakhlak mulia. Karena akhlak yang mulia merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap manusia, khususnya bagi seorang muslim baik dalam hubungan kepada Allah SWT maupun dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
Rasulullah SAW di masa mudanya diberi gelar Al-Amiin (orang terpercaya) oleh penduduk kota Makkah. Karenanya, Allah SWT memuji akhlak beliau sebagaimana dalam firman-Nya Q.S. Al-Qalam ayat 4: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Hakim).
Masalah akhlak sudah seharusnya menjadi bagian terpenting bagi bagsa Indonesia untuk dijadikan landasan dan visi misi dalam menyusun serta mengembangkan system pendidikan di negeri ini. Melihat rumusan dalam UUSPN, masalah ilmu dan akhlak tersebut sebenarnya telah menjadi jiwa atau roh bagi arah pendiidkan. UUSPN No. 20 Tahun 2003 bab II pasal 3 menjadi landasan kedua dalam penanaman akhlak.











