Kedua, Orang beriman akan selalu khusnudzon dalam hidupnya karena dia yakin bahwa Allah tidak akan mencelakakan hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Seandainya mendapat cobaan dari Allah, dia tidak akan larut dalam kesedihan dan kegelisahan apalagi sampai berputus asa. Kesulitan dan musibah dalam hidupnya dia me yakini sebagai ujian dari Allah untuk meningkatkan kualitas keimanannya atau sebagai sarana penebus kesalahan dan dosa-dosa yang pernah dia lakukan. Rosulullah SAW bersabda;”Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan,diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan), sampai pun duri yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya.”(HR.Bukhori).
Ketiga, Orang beriman sabar menghadapi cobaan dan rintangan hidup, penderitaan di dunia ini hanya sementara saja. Orang beriman yakin bahwa sesudah kesulitan akan muncul kemudahan. Fiman Allah dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(QS. Al-Insyirah [94]:6).













