KAB. BANDUNG | bedanews.com — Menjelang Pemilihan Umum 2024 biasanya akan banyak para Calon Legislatif (Caleg) melaksanakan Umroh agar keinginannya bisa berhasil. Dan itu memang sebuah fenomena yang dianggap sudah biasa bagi masyarakat.
Namun di luar daripada itu, dikatakan salah seorang tokoh masyarakat, sebut saja DK, akan banyak pula paranormal gelar lapak bersiap menerima kunjungan para caleg yang pastinya hanya sebagian saja yang masih percaya. Kenyataannya Paranormal atau Dukun cukup laku saja sebagai salah cara alternatif.
Untuk melakukan konsultasi atau ritual pun tidak langsung datang ke rumah paranormal, lanjut DK, biasanya melalui WA (katanya dukun sekarang canggih), janji temu, selanjutnya dilakukan di suatu tempat yang dirahasiakan.
“Kalau pun berkunjung langsung, biasanya penampilan disamarkan agar tidak diketahui orang banyak,” kata DK melalui telepon, Minggu 12 Juni 2022.
Selanjutnya si Caleg itu, disebutkannya, disuruh membawa ini itu sebagai salah satu persyaratan yang diwajibkan, yang konon katanya bila tidak dipenuhi bisa menghalangi keinginannya. Jadi mau tidak mau mesti dilaksanakan.
Ironisnya, ia mengungkapkan, yang melakukan itu ternyata kebanyakan kaum intelektual yang berpendidikan. Biasanya orang yang demikian itu selalu berfikirnya berdasarkan logika bukan menempuh sesuatu secara metafisika.
“Melaksanakan umroh dengan harapan bisa dikabulkan hajatnya oleh Allah SWT itu suatu hal yang seharusnya, tapi meminta pendukungan paranormal atau dukun agar keinginannya bisa terwujud, sepertinya itu akan berbuah dosa bagi dirinya,” ujarnya.
Itu hak masing-masing, ungkap DK, juga merupakan tanggung jawab dirinya pribadi. Ia hanya meras prihatin, di era globalisasi ini masih ada orang yang memanfaatkan jasa paranormal atau dukun untuk memenuhi hasratnya.
“Lebih baik berpuasa, solat malam, istikharah, atau meminta bimbingan ulama, mengenai cara agar keinginannya itu ada dalam Keridhoan Alloh SWT dan bisa dikabulkan. Karena Alloh Maha Tahu apa yang terbaik bagi mereka,” pungkas DK.***













