Oleh: A.Rusdiana
Prase “tangguh”/Ketangguhan dalam KBI, di maknai “sukar dikalahkan; kuat; andal: sebagai negara maritim, Indonesia harus memiliki angkatan laut yang –; kuat sekali (tentang pendirian dan sebagainya); tabah dan tahan (menderita dan sebagainya); kukuh: ia adalah seorang pejuang yang –;ketangguhan identik denga kekuatan; keuletan; kekukuhan”. Perlu dipahami bahwa; kekuatan itu ada dua macam, yaitu Kekuatan rohani mempunyai peranan penting dan dominan untuk mengalahkan tantangan dan menyingkirkan rintangan. Karena ia dapat memotivasi dan memberi spirit untuk tetap tabah, sabar, optimis dan tidak putus asa, serta akan memunculkan energi yang mampu membuat dirinya kuat, berani dan rela berkorban apapun asal Allah meridhoinya. Kekuatan jasmani pun tak dapat diremehkan. Tulisan ini terinspirasi dari salah satu tema/selogan yang tersedia di tribun Dirgahyu Kabupaten Ciamis ke 380 12 Juni 2022. Saya terpikat mengambil tema “Galuh Nanjer Ciamis Tangguh” Kebetulan pula (hari minggu 12 Juni 2022), melakukan Bimbingan Mahasiswa untuk menulis Tesis ada 7 orang dan untuk menulis Disertasi ada 2 orang). Saya pikir manulis Tesis dan disertasi memerlukan Ketangguhan. (baca:8 Kriteria Untuk Mencapai Kompetensi Literat).













