Di lingkungan kampus, seorang dosen tidak cukup hanya mengajarkan etika akademik, tetapi harus menunjukkan kejujuran dalam penelitian, penilaian, dan pembimbingan. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori integritas, tetapi harus menghindari plagiarisme, manipulasi data, dan berbagai bentuk ketidakjujuran akademik. Pemimpin perguruan tinggi tidak cukup menyampaikan slogan tata kelola yang baik, tetapi harus menghadirkan keputusan yang transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan. Demikian pula seorang santri. Identitas kesantrian harus tercermin dalam akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan. Gelar boleh mengangkat nama seseorang, tetapi hanya integritas yang dapat menjaga kehormatannya.
Kedua: Amanah Publik Bukan Kesempatan Memperkaya Diri; Setiap jabatan merupakan amanah. Setiap kewenangan mengandung tanggung jawab. Setiap keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat akan dimintai pertanggungjawaban. Allah Swt. berfirman:











